Sedangkan dari aspek penurunan angka kemiskinan, lanjut ketua ISNU Malut ini, lebih di pengaruhi perbaikan harga komoditas utama Masyarakat yaitu Kopra dan Cengkeh, berimplikasi pada menurunnya angka kemiskinan pedesaan dan angka pengangguran pedesaan utamanya di sentra-sentra produksi kedua komoditas ini.
“Memasuki kuartal tiga akhir dan kuartal empat, geliat ekonomi Kembali bangkit yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, setelah selesai etape ketiga proses belanja partai politik dari para pemilik modal partai politik di Jakarta dan sejak akhir Agustus aliran modal masuk ke wilayah Maluku Utara sejak dimulainya masa pendaftaran para calon kepala daerah telah diikuti dengan berbagai jenis transaksi persiapan pencalonan oleh cakada yang berdampak pada in cash flow ke perekonomian Maluku Utara,” papar Ota, sapaan Mohtar Adam.
Mohtar bilang, akhir September sampai dengan akhir bulan November, pesta demokrasi mulai menggerakan aliran uang ke desa dan kelurahan melalui Rukun Warga dan Rukun Tetangga untuk bisa menyentuh Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang dikenal dengan proses Ijab Kabul Rakyat dan calon pemimpinnya.
“Ijab Kabul rakyat dan pemimpinnya, yang dicatatkan oleh KPU Maluku Utara terdapat 942.076 pemilih yang tersebar di 2.378 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang dilaksanakan pada 1.185 desa dan kelurahan pada 118 kecamatan dan 8 kabupaten, 2 kota ditambah provinsi,” sebutnya.
Para pengantin yang ikut serta dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah tercatat, lanjut Mohtar, sebanyak 4 pasangan atau 8 orang calon gubernur dan wakil gubernur, 12 orang dari 6 pasang calon walikota dan wakil walikota Ternate dan Tidore, dan calon bupati dan wakil Bupati terdapat 52 orang dari 26 pasang pasangan calon kepala daerah, yang turut meramaikan pesta demokrasi dengan berbagai dentuman music ala cakalele, soya-soya, lalayon hingga togal mewarnai kegembiraan demokrasi lokal.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!