Ternate, Maluku Utara – Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh monkeypox virus (MPXV). Penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2-4 minggu, namun dapat berkembang menjadi berat hingga sampai pada kematian.
Penularan Mpox melalui kontak langsung kulit ke kulit atau terkena percikan ludah. Hubungan seksual atau perilaku seksual berisiko seperti gonta-ganti pasangan atau seks sesama jenis sangat beresiko untuk tertular Mpox, melalui ruam, cairan dari lesi (seperti cairan, nanah) serta benda seperti peralatan makan/piring yang telah terkontaminasi virus.
Sejak 2022 hingga saat ini , Mpox sudah ditemukan di 116 negara . Kasus terkonfirmasi dari 2022-Juni 2024 diestimasi sudah mencapai 99.176 kasus dan 208 kematian. Sementara jumlah kumulatif kasus Mpox di Indonesia sejak 20 Agustus 2024 sebanyak 88 kasus yang tersebar di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau dan DI Yogyakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma mengatakan, gejala Mpox dapat diketahui dengan gejala berupa ruam dengan lepuhan pada wajah, tangan, mata, mulut dan/atau alat kelamin disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas serta ada pembengkakan di kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan).
“Mpox dapat menyebabkan komplikasi medis dan kematian terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak dan ibu hamil,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiya Suma, Kamis (12/09/2024).
Di Kota Ternate sampai saat ini belum ditemukan kasus Mpox. Meski begitu, masyarakat harus tetap melakukan upaya pencegahan seperti patuhi protokol kesehatan dan tetap melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!