Pada semester pertama tahun ini saja, dalam catatan haliyora.id, jumlah investasi yang masuk di Provinsi Maluku Utara senilai Rp 45,9 triliun, sementara pada tahun sebelumnya, yakni 2019-2023, total jumlah investasi yang masuk di Maluku Utara berkisar di angka Rp 238,2 triliun. Sementara daya beli masyarakat nyaris tidak ada perubahan signifikan. Daerah-daerah sekitar area tambang dihantui dengan kemiskinan ekstrim, lahan-lahan pertanian hilang, banjir meluas hingga ke pemukiman warga, menjadi beban hidup yang ditimbulkan akibat ekses dari eksploitasi sumberdaya alam.
Ekonom dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Mochtar Adam, mengatakan setidaknya ada beberapa indikator atau masalah yang seharusnya dibaca dan dipahami oleh semua calon kepala daerah.
Pertama, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara rata-rata dalam 5 tahun terakhir 17,56%. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi ini bertumpuk di sektor industri dan pertambangan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini tidak inline (sebaris) dengan tingkat kesejahteraan rakyat Maluku Utara.
Kedua, kemiskinan di wilayah tambang masih sangat ekstrim. Ketiga, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), baik pada aspek pendidikan maupun kesehatan.
Keempat, komoditi utama masyarakat tidak terkelola dalam industri, tapi komoditi ekspor memiliki industri besar.
Kelima, ketimpangan pembangunan berpotensi menggerakkan kerawanan sosial, jika terus terjadi ketimpangan antara komoditi ekspor dan komoditi rakyat.
Keenam, kopra menjadi alat kendali kemiskinan dan nilai tukar petani yang perlu menjadi perhatian. Ketujuh, harga barang konsumsi yang mahal menjadi problem utama kemiskinan pedesaan. Sedangkan yang kedelapan, biaya hidup masyarakat Maluku Utara tergolong termahal di Indonesia.
“Jadi mungkin beberapa data itu bisa membantu para calon kepala daerah untuk bisa menyampaikan janji kepada rakyat Maluku Utara yang lebih rasional dan terukur,” jelas Muchtar saat bincang dengan haliyora.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!