Sementara itu, rumah warga yang mengalami kerusakan berat sebanyak 25 unit, ditambah 1 unit rumah ibadah. Banjir ini mengakibatkan infrastruktur jalan dan sarana pipa air bersih mengalami kerusakan berat. Begitu juga dengan jaringan listrik. Meski begitu untuk jaringan listrik sudah dilakukan perbaikan.
“Proses penanggulangan saat ini korban menjadi prioritas mulai evakuasi korban, menyiapkan tempat pengungsian, pemenuhan dasar korban, selanjutnya penetapan tangga darurat, dan didukung oleh semua pihak,” ucap walikota.
Sementara Kepala BNPB RI Letjen TNI Suhartoyo mengapresiasi semua pihak yang memberikan pertolongan bagi korban bencana, termasuk upaya pencarian korban yang meninggal dunia akibat tertimbun material banjir.
“Saya tadi malam sudah berdiskusi dengan ahli geologi, mereka menjelaskan, sisa material erupsi gunung Gamalama masih banyak yang belum turun, sehingga tadi Pak Dandim sudah perintahkan pasukan untuk mengecek langsung karena ini sangat penting,” kata Suhartoyo.
Suhartoyo berharap, jika pada saat pemantauan nanti masih ada sisa-sisa erupsi gunung Gamalama maka pihaknya langsung memetakan daerah-daerah mana yang berbahaya akan diberi garis merah. “Apabila daerah tersebut mengalami intensitas curah hujan tinggi maka warganya harus direlokasi,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!