Libanon Selatan dan Oba Selatan, Apa Bedanya?

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini butuh perhatian dari pemerintah provinsi. “Karena ini masuk jalan provinsi, belum lagi beberapa jembatan juga sudah rusak dan dibawa banjir, akhirnya warga dengan suka rela buat jembatan dengan batang kelapa, memprihatinkan sekali,” tuturnya.

Jainul mengungkapkan, jembatan yang di bangun itu sudah lama yang usianya diatas 30 tahun ketika Maluku Utara masih di bawah pemerintah Provinsi Maluku. “Ini butuh keseriusan pemerintah provinsi Maluku Utara. Begitu juga jalan di sana sebagian besar masih sirtu, walaupun dibangun, namun cepat rusak karena jalannya tidak berkualitas, perlu juga di bangun selokan sehingga airnya tidak meluap ke badan jalan,” ujarnya.

BACA JUGA  Penduduk Miskin di Maluku Utara Menurun

Selain jalan, jembatan dan drainase, Jainul juga meminta pemerintah agar meng-cutting tanjakan gunung Mangga karena terbilang cukup tinggi dan terjal. Tanjakan ini sering memakan korban jiwa. “Jadi perlu perhatianlah dari pemerintah provinsi,” desaknya. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah