Dari jumlah itu, investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 413 triliun, dan di luar Pulau Jawa Rp 416,2 triliun. Total serapan tenaga kerja mencapai 1.225.042 orang.
Khusus di kuartal II tahun ini, Bahlil mendatangkan investasi Rp 428,4 triliun, naik 22,5% YoY. Investasi PMA mencapai Rp 217,3 triliun, dan PMDN Rp 211 triliun.
Investasi itu tersebar di Pulau Jawa sebesar Rp 213,2 triliun, luar Pulau Jawa Rp 215 triliun, dan menyerap 677.623 orang tenaga kerja.
“Kuartal II 2024 investasi yang masuk sebesar Rp 428,4 triliun, tumbuh QoQ (Quarter-on-quarter) 6,75%,”sebut Bahlil.
Singapura masih menjadi Negara dengan investasi terbanyak di Indonesia per semester I dengan nominal US$ 8,9 miliar. Posisi kedua dan seterusnya ditempati China dengan investasi US$ 3,9 miliar, Hongkong US$ 3,8 miliar, Amerika Serikat US$ 2 miliar, dan Jepang US$ 1,8 miliar.
Dari sisi subsektor realisasi investasi semester I 2024, industri logam dasar, barang bukan logam, bukan mesin dan peralatannya menempati posisi pertama dengan nilai Rp 122,2 triliun.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!