Karena itu, kata Julfikar, air dengan gampang mengalir ke dataran rendah bersamaan dengan material lumpur tanah yang dibawa menuju badan sungai, mengakibatkan sungai mengalami pendangkalan karena erosi. Pendangkalan badan sungai buntut pada penurunan daya tampung serta intensitas alir air, membuat air sering meluap keluar hingga menerjang pemukiman.
“Banjir ini terhitung selama 5 hari berturut-turut atau sejak Kamis – Senin, 18 – 22 Juli 2024 yang tak hanya merendam rumah warga dan indekos, namun juga telah mengakibatkan kendaraan-kendaraan ikut terseret arus, bahkan tenggelam. Lahan pertanian juga turut rusak, serta mencemari wilayah pesisir dan laut,” ujar Julfikar. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!