Ketua Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate Risal Assor yang juga Tenaga Ahli Walikota Ternate bidang Disabilitas dan Berkebutuhan Khusus menyampaikan bahwa klinik fisioterapi ini sangat dibutuhkan di Kota Ternate karena saat ini belum ada fasilitas yang memadai yang Khusus untuk melayani kebutuhan pasien Masyarakat Rentan yang mengalami cedera, sakit kronis, atau disabilitas.
“IKDM Kota Ternate dan Dinas Sosial Kota Ternate telah membentuk Forum Masyarakat Inklusi di setiap Kelurahan di Kota Ternate, ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan di tingkat kelurahan. Forum ini akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan idenya kepada pemerintah,” katanya.
Dijelaskan, forum masyarakat inklusi ini sangat dibutuhkan, karena saat ini belum ada forum yang mewadahi partisipasi masyarakat Disabilitas dan Pemerintah Kota Ternate dengan program Kota Inklusif secara efektif.
‘“Adanya agenda pada tanggal 18-20 Juli 2024 nanti ada kegiatan Pelatihan Gender Inclusion Financial Training kepada Keluarga Petani Disabilitas Kota Ternate kerjasama IKDM Kota Ternate dengan Wahana Visi Indonesia,” ujarnya.
Sementara Walikota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, belum semua kota di Indonesia yang dianggap menuju kota Inklusi. Meski demikian, kota-kota di Indonesia sedang memprosesnya menuju Kota Inklusi.
Kota Ternate, menurut Tauhid, memiliki 9 pulau dengan 8 kecamatan yang menjadikan konsep Kota inklusi. Berbeda dengan kota lain, Kota Ternate sebagai Kota Inklusif Berbasis Kepulauan.
“Mudah-mudahan dalam prosesnya kita dikawal oleh semua pihak dan tentu kita harus bersama-sama membangun Kota Ternate,” ucap Tauhid pada saat audiens.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!