Tauhid menjelaskan, infrastruktur yang telah dibangun dengan fasilitas untuk ramah disabilitas seperti tempat-tempat pelayanan publik, terutama Kantor Perizinan, Dukcapil, Kelurahan, Kecamatan, Instansi Pemerintah yang bisa diakses para penyandang disabilitas termasuk juga di kantor perizinan.
“Infrastruktur yang ramah disabilitas trotoar, kemudian juga sekolah inklusi SD SMP. Kita punya 14 pilot Project SD SMP inklusi dimana gurunya khusus untuk memberikan pendidikan dan kemudian juga untuk bidang kesehatan ada layanan langsung pemeriksaan dari Puskesmas,” paparnya.

Lanjut walikota, pembahasan ini akan dilanjutkan dengan membentuk Rumah Sehat Inklusi. Dimana respon cepat Pemkot Ternate yaitu dengan menunjuk langsung titik lokasi yang akan dibangun Rumah Sehat Inklusi.
“Terutama permasalahan dan kebutuhan masyarakat rentan, saya sangat respon dan siap mengeksekusi agar bisa terealisasi, karena ini juga merupakan kepedulian masyarakat bersama pemerintah untuk mewujudkan Kota Ternate Inklusif Berbasis Kepulauan,” pungkasnya. (Rul/Adv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!