Kata dia, di kecamatan Wasilei Timur saja, dari data yang disampaikan oleh Panwaslu Kecamatan Wasile Timur berjumlah 700-an lebih pemilih yang tidak dikenal identitasnya di SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, Milik Pemerintah). “Ada juga data by name by address-nya jelas tetapi ketika di lakukan pencocokan oleh petugas dari rumah ke rumah tidak ada orangnya,” katanya.
Dikatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi dan konsultasi secara berjenjang. Sehingga para pemilih yang tidak dikenal tersebut tidak dapat menggunakan hak pilihnya ataupun dimanfaatkan oleh pihak lain dalam pilkada nanti.
“Berkaitan dengan masalah seperti ini, kami juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama sama mengawal dan mengawasi proses pencoklitan yang sedang berlangsung saat ini,” ujarnya.
Alhervan ditanyai hasil temuan dari pencoklitan yang tengah berlangsung saat ini, dirinya mengatakan pihaknya belum melakukan perekapan secara keseluruhan dikarenakan proses coklit masih berlangsung saat ini dan akan berakhir pada tanggal 24 Juni sebelum dikeluarkan Data Pemilih Sementara oleh KPU.
“Setelah pencocokan dan penelitian data pemilih, maka seluruh data hasil coklit juga akan dilakukan pencermatan kembali oleh petugas penyelenggara teknis secara berjenjang kemudian data hasil coklit itu diserahkan kepada KPU untuk melakukan rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan ditetapkan sebagai DPS,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!