“Malu, bukan hanya satu atau dua orang, tapi orang melihat di Malut yang notabennya masyarakat yang religius tapi melahirkan persoalan-persoalan yang seperti itu. Saya tidak mau persoalan ini terjadi lagi, dan oleh karena itu tidak ada pilihan lain, saya harus turun tangan bersama masyarakat bergandengan tangan untuk segera melakukan pembenahan,” ujarnya.
Husain menegaskan, sekelumit persoalan yang mengemuka ini mau tak mau ia harus turun tangan demi menyelamatkan Maluku Utara.
“Dan itu sangat urgen saat ini, mau tidak mau kita harus selamatkan negeri ini untuk menjadikan provinsi Malut sebagai contoh bagi provinsi lain,” lugasnya. (Ecal/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!