Kepsek SMAN 1 Halmahera Tengah Terancam Dicopot

Kata Imran, pihak sekolah harus menghitung kebutuhan mobiler seperti kursi dan meja dan disesuaikan sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi. “Akibat permasalahan ini sehingga pihak Ombudsman meminta kita agar memanggil Kepsek tersebut, hal seperti ini saya tidak mau lagi terjadi,” akuinya

Lebih lanjut ia menjelaskan, sekolah juga harus transparan dalam mengelola dana BOS, karena semakin besar dana BOS sudah tentu partisipasi masyarakat sangat kecil. “Misalnya kebutuhan dana BOS sekolah Rp 50 juta sementara kebutuhan sekolah Rp 100 juta, berarti harus ada partisipasi Rp 50 juta yang harus dicari, kalau pihak sekolah tidak terbuka bagaimana kita mau cari,” timpalnya.

BACA JUGA  DAK 179 Miliar Siap Bangun Infrastruktur Sekolah di Malut, Plt Kadikbud Tegaskan Ini 

Tak hanya kepada pihak SMAN 1 Halteng saja, ia berharap sekolah SMA sederajat di Maluku Utara di bawah naungan Dikbud harus menyudahi yang namanya pungli, apapun bentuknya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah