Beban Berat Desa Penopang Pangan di Halmahera Tengah

- Editor

Kamis, 6 Juni 2024 - 15:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu lokasi kebun yang menjadi tumpuan hidup warga Halmahera Tengah. (foto/Sahrul Jabidi)

Salah satu lokasi kebun yang menjadi tumpuan hidup warga Halmahera Tengah. (foto/Sahrul Jabidi)

Maluku Utara, Haliyora.id – Desa-desa di Kecamatan Weda Halmahera Tengah sudah menjual tanah pertaniannya ke perusahaan tambang. Kini Pemerintah berharap Desa  Kobe dan Desa Sawai Itepo bisa menjadi penopang pangan desa-desa yang sudah tidak punya tanah pertanian. Nyatanya kedua desa ini juga terengah-engah mencukupi kebutuhan mereka.

(Lahan pertanian seluas 1,2 hektar yang ditanami jangung di Desa Kobe Halteng : Dok Sahrul Jabidi)

Hari mulai beranjak siang, Rabu tanggal 28 Maret 2024. Perjalanan menuju Desa Kobe dan Desa Sawai Itepo Kecamatan Weda Tengah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dari Weda Ibukota Kabupaten Halmahera Tengah.

Dua desa ini dulunya satu, namun pada tahun 1968 terpecah menjadi dua kelompok yang dikenal dengan Kobe Gunung dan Kobe Pante, kemudian pada tahun 2008 baru dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Sawai Itepo dan Desa Kobe yang sebenarnya lebih menggambarkan suku Sawai secara umum di daratan Halmahera Tengah.

Masyarakat di dua desa itu berprofesi sebagai petani dan nelayan yang bergantung pada hutan dan laut demi kebutuhan sehar-hari. Mereka selalu disinggung Dinas Pertanian Halmahera Tengah sebagai desa yang masih bertahan dengan pangan lokal.  Hal ini dikarenakan mereka jauh dari aktivitas industri pertambangan, namun menjadi penopang pangan desa lain yang berada di lingkungan tambang.

BACA JUGA  Selain Pemprov, Pergantian Kepsek di Halsel juga Disorot Akademisi

Yordan Warga Desa Kobe Peplis mengatakan, sampai saat ini masyarakat di dua desa itu tidak mengalami kekurangan pangan, karena rata-rata masyarakat memiliki lahan Perkebunan. Bila ada hasil yang lebih, maka dijual ke Weda Ibukota maupun Desa Lelilef.

Namun tanaman pangan lokal yang dihasilkan dari kebun tidak sebanyak hingga mencapai ton, sebagaimana yang disampaikan pemerintah dengan harapan bisa membantu desa lain.

“Sampai sejauh ini  tidak ada kekurangan pangan. Hanya saja lahan yang memang terbatas, karena daerahnya penggunungan,” kata Yordan begitu disambangi di desa setempat, Kamis 29 Maret 2024.

Berita Terkait

Caleg Terpilih DPRD Halmahera Tengah dari 5 Parpol Terancam tak Dilantik
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha 2024, Satlantas Polres Halut Jaring 75 Kendaraan
Gedung Replika yang Dibangun Semasa Bupati Benny Laos jadi Markas ‘Ngelem’
Pj Bupati Morotai Kukuhkan Hairil Hi. Hukum Sebagai Kadis PUPR 
Kejari Pulau Taliabu : 14 Paket MCK Fiktif Ternyata Cair 100 Persen
Pemprov Malut Siapkan Regulasi Tata Kelola Pemerintahan, Ada Sanksi Pemotongan TPP hingga Dicopot Jabatan
7 Daerah jadi Lokasi Kubermas Mahasiswa Unkhair Ternate, Jainul Yusup : Program yang Menyentuh Langsung Masyarakat
Pemprov Malut : Pj Bupati Halteng Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 21:18 WIT

Caleg Terpilih DPRD Halmahera Tengah dari 5 Parpol Terancam tak Dilantik

Kamis, 18 Juli 2024 - 20:39 WIT

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha 2024, Satlantas Polres Halut Jaring 75 Kendaraan

Kamis, 18 Juli 2024 - 20:22 WIT

Gedung Replika yang Dibangun Semasa Bupati Benny Laos jadi Markas ‘Ngelem’

Kamis, 18 Juli 2024 - 19:49 WIT

Pj Bupati Morotai Kukuhkan Hairil Hi. Hukum Sebagai Kadis PUPR 

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:07 WIT

Kejari Pulau Taliabu : 14 Paket MCK Fiktif Ternyata Cair 100 Persen

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:46 WIT

7 Daerah jadi Lokasi Kubermas Mahasiswa Unkhair Ternate, Jainul Yusup : Program yang Menyentuh Langsung Masyarakat

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:13 WIT

Pemprov Malut : Pj Bupati Halteng Belum Ajukan Surat Pengunduran Diri

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:06 WIT

KPU Pulau Morotai Tuntaskan Coklit di 6 Kecamatan

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!