Selain itu, akar dari semua masalah yang terjadi di Maluku Utara khususnya dunia pendidikan juga terkait dengan budaya jual beli jabatan, yang mana orang yang memimpin dunia pendidikan tidak memiliki etika dan moral. “Rata-rata mereka mendapatkan kekuasaan baru memperkaya diri, dan itu fakta berdasarkan teori yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sartono Kartowirdjo, ahli sejarah Indonesia fakultas Gajah Mada,” ungkit Sahril.
Agar dunia pendidikan Maluku Utara berjalan sebagaimana mestinya, Sahril meminta kepada Pj Gubernur Maluku Utara harus mengambil langkah tegas, jangan membenarkan kebiasaan korupsi, moral etika yang bobrok, tapi harus membiasakan yang benar.
“Jika tidak membiasakan yang benar kita tunggu saja dunia pendidikan kita tetap akan dipenuhi dengan berbagai masalah,” akhirinya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!