“Kalau kita melihat jejak saudara Imran Yakub ini semenjak pertama kali diangkat sebagai Kadikbud selalu bermasalah, ini harus menjadi pertimbangan gubernur jangan main-main dengan dunia pendidikan. Apakah di Maluku Utara ini sudah tidak ada orang lain, sehingga Pj Gubernur masih mempertahankan orang yang sudah benar-benar ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK masih menjabat Kadis Pendidikan,” heran Sahril.
Kata Sahril, menjadi pemimpin di dunia pendidikan haruslah seorang tokoh yang dapat diteladani, memiliki kharismatik, penuh kesahajaan, penuh kewibawaan serta memiliki etika moral. Ini supaya bisa diikuti oleh seluruh peserta didik baik itu murid, guru maupun stakeholder di dunia pendidikan.
“Sebagai akademisi, saya melihat ini sebagai salah satu kebobrokan dunia pendidikan yang ada di Maluku Utara, dan faktanya hak-hak guru honorer selama ini tidak pernah terpenuhi dengan baik, jadi paradigma berpikir seperti ini sudah pasti mengelola dunia pendidikan pasti gagal,” timpalnya.
Sahril menyebut orang seperti Imran Yakub tidak pantas memimpin dunia pendidikan, karena dari sisi moral dan etika tidak lagi menjadi teladan. “Dia tidak layak menjadi figur keteladanan terutama di dunia pendidikan di bumi Maloku Kie Raha,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!