Respon Akademisi Soal Imran Masih Jabat Kadis Pendidikan Malut : Salah Satu Kebobrokan

Lebih jauh Sahril juga menyinggung soal asesmen pejabat khususnya di Dikbud Malut. Di mana jika melihat permasalahan ini secara tidak langsung hasil asesmen pejabat yang dilakukan juga tidak melihat dari sisi etika moral, tetapi berdasarkan kepentingan perorangan dan kelompok.

“Jadi ini terkesan dipaksakan, seolah-olah di Maluku Utara ini sudah tidak ada orang yang layak, Maluku Utara ini miskin orang yang berpendidikan, sehingga kalau orang yang koruptor masuk dalam dunia pendidikan artinya yang angkat juga salah dan yang menerima juga salah,” singgungnya.

BACA JUGA  Akademisi Tanggapi Wacana Pemotongan Gaji ASN untuk Retribusi Parkir : Salah Alamat

Mantan Ketua Prodi PPKN Unkhair Ternate ini bilang, untuk merubah agar dunia pendidikan Maluku Utara baik di masa depan harus menempatkan seorang pemimpin yang dapat dipercaya oleh masyarakat, memiliki etika moral, tidak cacat etika dan moral, itu yang harus menjadi perhatian bersama.

“Jangan mengangkat orang yang tidak masuk akal, dan faktanya sudah terjadi sehingga ini menjadi perhatian kita semua agar segera merubah cara berpikir seperti ini,” tukasnya.

BACA JUGA  Biro Kesra Setdaprov Malut Batalkan Seluruh Paket Lelang, Ada yang Salah?
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah