Mirisnya, plafon yang rusak ini berada tepat di depan ruangan Bupati, Sekda, Asisten I, II, II dan ruangan pertemuan petinggi Pemda tepatnya di lantai II kantor bupati.
Padahal kantor yang berkedudukan di atas ketinggian ini terlihat menarik bila dipandang dari luar. Selain posisi yang strategis, kantor Bupati Halteng dikelilingi hamparan rumput hijau. Sayangnya, landscape nan indah ini seketika lenyap begitu saja ketika memasuki ke dalam kantor.
Selain plafon, fasilitas seperti toilet juga banyak yang rusak. Tercatat ada empat (4) toilet yang mengalami rusak parah baik di lantai satu maupun lantai dua kantor. Parahnya lagi, air kran di toilet banyak yang tak mengalir. Kondisi ini diperparah lagi dengan bau pesing yang menyengat ketika melewati toilet-toilet yang tak berfungsi itu.
Salah satu warga mengaku kesulitan jika ingin berurusan di kantor Bupati. Kebanyakan mereka menumpang di rumah-rumah warga untuk sekedar membuang hajat karena toilet di kantor bupati banyak yang rusak bahkan tak terurus. Ada toilet yang isinya hanya meninggalkan bekas tisu dan botol plastik. “Kantor bupati kok toilet (WC) tidak ada air dan tidak berfungsi, buang air kecil saja susah,” keluhnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!