Resmi Berporasi, Warga Nusaela Bisa Nikmati Listrik 24 Jam dari PLTS Pulau Tiga

PLN UIW MMU, 14 MEI 2024 – Proyek revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Tiga diresmikan pada Senin (13/5/2024).

Peresmian ini dilakukan secara simbolik oleh PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama mitra kerja Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan perwakilan Pemerintah Selandia Baru. 

PLTS yang direvitalisasi melalui program New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMates) ini berlokasi di Dusun Nusa Ela, Desa Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak atas kolaborasi apik hingga pada hari ini masyarakat di sekitar Pulau Tiga dapat menikmati listrik 24 jam.

BACA JUGA  PLN Didapuk Jadi Perusahaan Utilitas Terbaik se Asia Tenggara Versi Fortune

“Upaya penyalaan listrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan ini akhirnya diresmikan, sehingga pada hari ini masyarakat di Pulau Tiga dapat menikmati energi listrik yang tentunya aman dan bersih,” ucap Awat, Senin.

Kata Awat, keberadaan PLTS Pulau Tiga ini secara signifikan akan mengurangi ketergantungan pada pengangkutan bahan bakar fosil ke daerah kepulauan yang tantangannya luar biasa, dan bisa berujung pada pembengkakan anggaran. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.

BACA JUGA  Dikelola Masyarakat dan Didukung Pemerintah, Ini Kelebihan Biomassa yang Dikembangkan PLN di Tasikmalaya

Melalui program NZMates ini, PLTS Pulau Tiga kembali dioperasikan dan menjadi satu-satunya sistem hibrida dari total 164 sistem di Maluku dan Maluku Utara, menggunakan teknologi canggih solar PV-Battery-Diesel Genset dilengkapi dengan pemantauan jarak jauh.

“Prinsipnya kami terus berupaya agar memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik. Jadi, kami berharap kehadiran listrik 24 jam ini tak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar saja, melainkan juga dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama dalam peningkatan perekonomian sesuai dengan potensi yang ada di Pulau Tiga ini,” harap Awat.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah