Sofifi, Maluku Utara- Keinginan sejumlah kontraktor bertemu dengan Kepala BPKAD Maluku Utara Ahmad Purbaya akhirnya menemui hasil.
Sebelumnya, para kontraktor ini sempat mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas kantor BPKAD, Selasa (19/3/2024).
Pemicu keributan tersebut diketahui akibat proyek Pemprov yang dikerjakan sejumlah kontraktor dan dinyatakan tuntas belum juga dibayar oleh BPKAD Malut. Tak tanggung-tanggung para kontraktor ini menyebut Kepala BPKAD Ahmad Purbaya pembohong.
Sementara Kepala BPKAD Ahmad Purbaya tampak menemui para kontraktor ini. Dengan dikawal 4 orang bodyguard yang disinyalir merupakan anggota TNI aktif, Ahmad tampak mengadakan rapat kecil-kecilan dengan para kontraktor tersebut.
Julkifli Jafar, salah satu kontraktor usai rapat itu kepada Haliyora.id mengaku pembayaran proyek yang dikerjakan pihaknya nanti diputuskan nanti malam bersama Plt Gubernur dan Sekda.
“Kaban BPKAD proaktif, ia segera merealisasikan tuntutan kami itu,” katanya.
Menurut Jafar, secara keseluruhan nilai pekerjaan yang dibayar Pemprov sesuai kontrak yaitu Rp 20 miliar. Nilai ini merupakan akumulasi nilai utang proyek sejumlah kontraktor yang melakukan aksinya di kantor BPKAD, Selasa (19/03) tadi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!