Hilal Belum Terlihat Berdasarkan Kriteria MABIMS
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya menjadi narasumber dalam seminar posisi hilal yang digelar di Auditorium H.M Rasjidi Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dia mengulas belum terlihatnya hilal di Indonesia berdasarkan Kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Menurutnya, hilal di Indonesia belum terlihat lantaran tidak menyentuh 3 derajat. Sementara, kriteria MABIMS menetapkan hilal di 3 derajat hingga 6,4 derajat.
“Tinggi hilal di Indonesia minus 0,33 derajat sampai dengan 0,8 derajat. Jadi tidak ada yang mencapai 0,9 atau di bawah 1 derajat, sehingga tidak masuk Kategori MABIMS 3 derajat,” tutur Cecep kepada peserta Sidang Isbat.
Cecep menyebut, kondisi hilal di Indonesia saat ini masih sangat rendah yakni kurang dari 1 derajat. Sementara semakin ke barat angka derajat lebih tinggi lantaran matahari semakin terkambat terbenam sehingga memberikan kesempatan bulan untuk terlihat.
Hilal Tidak Terlihat di Mataram
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram bersama Kantor Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pengamanan hilal awal Ramadhan 1445 Hijriah. Hasilnya, hilal tidak terlihat.
“Hilal tidak terlihat, karena ufuk tertutup awan tebal,” kata pengamat Tim Hilal BMKG Stasiun Geofisika Mataram Rizqa Adhary Tegar Putri.
Ia mengatakan pengamatan hilal dilakukan di Pantai Loang Balok seperti tahun sebelumnya dan dilaksanakan mulai pukul 16.00 Wita.
Data hilal dan matahari saat terbenam Minggu, 10 Maret 2024, azimuth bulan 264.630°, azimuth matahari 266.008°, tinggi bulan 0.535°, umur bulan 1j 31m 13d, Lag 4 menit, Elongasi 1.48°, posisi bulan di sebelah selatan – atas matahari dan fraksi iluminasi bulan 0.01 persen.
“Kondisi cuaca hujan ringan,” katanya.
Kriteria Baru MABIMS
Menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. Sementara menurut Cecep, pada saat Magrib, 10 Maret 2024, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada antara – 0° 20‘ 01“ (-0,33°) s.d. 0° 50‘ 01“ (0,83°) dan elongasi antara 2° 15‘ 53“ (2,26°) s.d. 2° 35‘ 15“ (2,59°).
“Bila melihat angka tersebut, hilal menjelang awal Ramadhan 1445 H pada hari rukyat ini secara teoritis dapat diprediksi tidak akan terukyat, karena posisinya berada di bawah kriteria Imkan Rukyat tersebut,” kata Cecep. (Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!