“Mungkin yang bersangkutan tidak memahami isi dari APBDes dalam bentuk baliho yang terpampang di desa sehingga yang bersangkutan mengalami kecelakaan berpikir,” sindirnya.
Kata dia, tuduhan semacam ini bisa mengakibatkan gagalnya pemahaman warga atas pengelolaan dana desa yang bisa mempengaruhi kondisi sosial kemasyarakatan karena saling menuding. Ujungnya lanjut dia, tentu bisa menimbulkan konflik.
“Selaku kepala desa, saya menghimbau kepada seluruh warga Waitina apabila terjadi kejanggalan dalam pengelolaan anggaran desa kiranya datangi kepala desa untuk menanyakan hal tersebut sehingga tidak terjadi seperti berita yang telah beredar tanpa dasar,” tandasnya. (RSF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!