OPD Keluhkan Pencairan Anggaran, Gubernur AGK Dilematis

Sofifi, Maluku Utara- Gubernur Gani Kasuba mengakui dilematis dengan kondisi kas daerah (Kasda) Pemprov Maluku Utara yang kian menipis.

Kondisi ini ditambah lagi dengan beban utang daerah baik Dana Bagi Hasil (DBH) kabupaten/kota maupun utang pihak ketiga yang menyandera pemerintahannya.

Disisi lain, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Maluku Utara, mengeluhkan terkait dengan pencairan anggaran tahun 2023 di BPKAD.

BACA JUGA  THR dan Gaji 13 ASN Pemprov Malut akan Dibayar Jika ini yang Terjadi

Pasalnya, banyak kegiatan sudah selesai akan tetapi pihak BPKAD belum juga memproses permintaan OPD.

Keluhan ini disampaikan hampir semua OPD saat rapat bersama dengan gubernur Abdul Gani Kasuba di Hotel Chrysant Ternate, Selasa (12/12/2023).

Menanggapi apa yang dikeluhkan ini, gubernur Abdul Gani Kasuba mengakui memang saat ini keuangan Pemprov mengalami kekosongan.  

BACA JUGA  Paus Lima Meter Mati Terdampar di Pesisir Pantai Morotai

“Uang kita belum ada, baru kemarin dulu diterima, jadi uang kita ada di Jakarta baru mereka berikan setetes-setetes,” kata Abdul Gani.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah