Dia menyebutkan, sebelumya tuntutan ini sudah disampaikan ke Kepala BKPSDM Kota Ternate, Samin Marsaoly pada tanggal 25 September lalu. Warga meminta BKPSDM mengambil kebijakan dengan jangka waktu selama tiga hari, namun hingga saat ini tidak dilakukan, sehingga warga terpaksa memalang kantor kelurahan setempat.
“Selama ini ketika ada program dari kelurahan tidak pernah dilibatkan, hanya dilakukan oleh lurah dan sekretaris, jadi kami mengambil langkah untuk melakukan pemalangan kantor,” akunya.
Untuk pelayanan masyarakat, lanjut dia, sementara ini dialihkan ke pangkalan ojek tepatnya di sisi selatan lorong Kartika.
Dirinya lantas menegaskan, apabila tuntutan ini tidak terealisasi, maka aksi pemalangan kantor lurah terus dilakukan hingga walikota mencopot Lurah dan Sekretaris Bastiong Talangame.
“Melalui aksi kami minta Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman harus hadir untuk turun langsung di hadapan kita, kami tidak mau Kepala BKPSDM maupun yang lain, karena sebelumnya tuntutan yang kita sampaikan tidak terealisasi,” desaknya. (RUL/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!