Di sektor ekonomi, kata gubernur, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang ditargetkan 13,82 persen pada tahun 2022, justru naik menjadi 22,94 persen.
“Tentu saja hal ini memperlihatkan bahwa terdapat aktivitas ekonomi yang tinggi, tetapi kita ketahui bersama bahwa bahwa hal ini dipicu oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan,” katanya.
“Tahun ini kita targetkan pada posisi 12,60 persen. Refleksi bagi kita adalah bagaimana transformasi ekonomi ini perlu dimanfaatkan dan diimbangi dengan mendorong sektor-sektor potensial lain yang kita miliki,” sambungnya.
Sementara itu, tingkat kemiskinan Maluku Utara, lanjutnya, mengalami penurunan. Meskipun turun, tetapi perlu adanya intervensi pemerintah kedepan nanti dengan mengupayakan penetapan sasaran yang lebih baik dan spesifik serta didukung oleh Tim penanggulangan baik dari provinsi maupun kabupaten/kota yang solid dan terintegrasi.
Ia juga menyadari bahwa, salah satu bentuk penanggulangan kemiskinan yang berpengaruh untuk Maluku Utara adalah bagaimana menguatkan aksesibilitas masyarakat. “Itulah mengapa Pemerintah Daerah dengan dukungan DPRD mempercepat intervensi jalan-jalan Provinsi yang membutuhkan penanganan dalam rangka memperlancar arus orang dan barang,” tukasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!