Dia juga mengaku, beberapa waktu yang lalu dia dan para guru Honda mengadakan pertemuan dengan wakil gubernur M. Ali Yasin, tapi sampai saat tidak ada hasil.
“Janji wakil gubernur akan menyampaikan ini ke gubernur tapi sampai saat ini tidak ada kabar sama sekali,” ungkap Dade.
Sementara itu, menanggapi keluhan guru Honda Sekda Provinsi Malut, Samsudin A. Kadir mengakui alokasi anggaran untuk pembayaran gaji guru Honda memang tersedia, hanya saja sudah terpakai untuk melunasi utang-utang Pemprov selain gaji guru Honda.
“Makanya kita kembali mengalokasikan pagu tersebut di APBD-Perubahan tahun 2023, sehingga ini juga harus dipahami oleh semua pihak,”kata Samsuddin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!