Semntara itu, PPK proyek RSUD Sofifi, Is menjelaskan, anggaran Rp 18 miliar itu diperuntukkan untuk belanja timbunan sekitar 3000 kubik, pekerjaan bor tiang pancang sekitar 142 titik dengan kedalaman sekitar 26 meter.
“Jadi yang mereka lihat itu hanya di permukaan tapi di bawah itu anggaran cukup besar, karena gedung ini empat lantai maka harus dibuat seperti itu, ” jelasnya.
Menurutnya, kalau dilihat dari sisi permukaan saja maka semua orang tidak akan percaya karena anggarannya Rp 18 miliar, akan tetapi hasilnya seperti ini saja.
“Bayangkan timbunan saja 3.000 kubik karena daerah ini semuanya rawa, makanya semua orang tidak akan percaya karena yang mereka lihat itu hanya di permukaan tapi sesungguhnya pekerjaan di dalam tanah anggarannya cukup besar,” tandas Is. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!