“Karena yang tadinya para petani bekerja di ladang, kebun, ada yang tukang naik kelapa dan sebagainya, pada akhirnya mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka sebagai petani,” katanya.
Sebab menurut Ansar, jika dilihat dari sisi pendapatan, bekerja di luar daerah terutama di perusahaan-perusahaan tambang gajinya sangat besar dan menjanjikan.
“Mau tidak mau mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka sebagai petani, demi mencari pekerjaan yang gajinya agak lebih.
Untuk yang bertani tetap bertani, cuma ada sebagian juga yang sudah keluar. Nah yang keluar mencari kerja ini kebanyakan tenaga-tenaga produktif, sementara yang tinggal disini juga tenaga produktif tapi itu mereka yang tidak punya ijazah SMP dan SMA,” tandasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!