Lanjut Anwar, untuk memajukan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani, Kabupaten Pulau Morotai sudah menyediakan fasilitas yang memadai termasuk peningkatan SDM para petani, penyediaan bibit unggul yang dibagikan cuma-cuma.
“Tapi jika mereka lebih memilih bekerja diluar Morotai, pihak pemerintah tidak bisa melarangnya. Contoh kecil saja, ada lahan sawah di Daeo dan desa-desa yang lain. Itu kan masih kosong, tapi itu saja mereka tidak mau olah. Jadi ini bukan karena kelalaian pemerintah juga, hanya saja mereka sendiri yang mau cari kerja diluar,” sebutnya lagi.
Ketika disinggung apabila dari jumlah warga yang eksodus keluar daerah, didalamnya para petani, apakah berpengaruh atau tidak ke daerah, Anwar mengaku tak tahu persis. Ia menyarankan kepada wartawan agar menanyai langsung ke Dinas Nakertrans. “Jadi tanya langsung di Nakertrans saja, karena mereka punya data,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertrans Pulau Morotai, Ansar Tibu saat dikonfirmasi Haliyora.id terkait keberadaan petani diluar daerah untuk mencari pekerjaan baru mengaku sangat berpengaruh.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!