“Sejauh ini Perusda Prima Niaga masih stagnan dalam pengelolaan modal karena tak ada dividen ke daerah. Tapi, karena ada aset dan lapangan pekerjaan (tenaga kerja) makanya diharapkan tetap berkontribusi demi menghidupkan sektor usaha perikanan,” ujarnya.
Selain dinilai tidak memberikan dampak ke PAD, Perusda Prima Niaga juga meninggalkan utang tahun sebelumnya, dimana pihak Perusda memberikan pinjaman ke para nelayan, namun hasil tangkapan tidak dimaksukan ke perusahaan tersebut.
“Mantan Dirut yang lama, Perusda Prima Niaga juga ada meninggalkan utang. Karena modal usaha dipinjamkan ke nelayan, hasil tangkapan ikan tak dimasukkan ke Perusda sampai sekarang belum dilunasi,” tukasnya.
Atas sejumlah masalah ini, dirinya meminta kepada Dirut yang Perusda yang baru yakni Rivai Umar agar mampu menjalankan perusahaan milik Pemkab Halsel itu secara maksimal.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!