Kendati optimis siswanya itu bisa meraih prestasi, namun Roger mengakui ada kendala yang dihadapi timnya yaitu peralatan kursi roda dan anggaran untuk keberangkatan. Untuk latihan saja, kata Roger, mereka terpaksa memakai kursi roda standar yang bukan digunakan dalam perlombaan.
“Karena di sekolah SLB khusus tuna daksa belum punya alat tersebut. Bahkan anggaran kami juga masih terbatas untuk membawa Fajar ikut lomba di Bogor. Untuk itu kami berharap agar kiranya Pemda bisa membantu Muhammad Fajar dalam untuk ikuti lomba ini,” pintanya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!