“Jadi kegiatan yang tidak penting segera dipangkas agar kita fokus bayar utang. Saya berharap agar segera dibayar sehingga tidak menjadi utang bawaan bagi gubernur baru,” tandasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Malut, Samsudin A. Kadir mengakui bahwa pertemuan yang diadakan gubernur itu untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan pimpinan DPRD Malut beberapa waktu yang lalu.
“Gubernur juga perintahkan kepada Bappeda untuk menyisir kegiatan yang tidak urgen agar segera dipangkas,” ungkap Samsuddin.
Samsuddin juga mengungkapkan, pertemuan yang disiasati gubernur itu agar seluruh pimpinan OPD tidak kaget ketika diumumkan nanti pada saat rapat terbuka mengenai kegiatan tak penting mana saja yang akan dipangkas.
“Ini dilakukan demi kebaikan kita semua agar supaya membuat APBD kita lebih sehat dan proporsional, sehingga tidak membebani gubernur yang akan datang dengan utang,” sebutnya.
Menurut Samsuddin, rencana pemangkasan kegiatan yang tak penting ini harus dilakukan untuk menghemat anggaran. Dengan begitu, anggaran bisa dialihkan untuk membayar utang.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!