“Jadi hari ini baru bisa dikerjakan oleh tukang service AC, saya perintahkan tukang AC agar perbaiki yang di ruang bersalin lebih dulu. Awalnya SPD itu RS yang buat dulu untuk minta ada pergeseran dana baru bisa bikin SPM. Nah, SPD dari RS itu dibuat dua kali baru ada pergeseran, kalau tidak salah SPD yang dibuat pada bulan Maret lalu. Nanti bulan Mei lalu baru digeser dari keuangan ke RSUD,” jelasnya.
Ketika ditanya soal berapa anggaran pemeliharaan AC, Intan menyebutkan bahwa anggaran ini per tahunnya dianggarkan Rp 80 juta.
“Anggaran pemeliharaan fasilitas khusus AC itu per tahun Rp 80 juta tapi dipotong pajak. Intinya semua tidak bisa bergerak kalau tidak ada anggaran. Maka jika anggaran sudah cair langsung pihak RS eksekusi untuk diperbaiki semua AC yang bermasalah di RS termasuk AC sentral yang di lobi depan,” pungkasnya. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!