Meski begitu, Intan mengaku pesimis bisa mencapai target yang dibebankan. “Tahun kemarin kita masih bagus, karena dari target Rp 19 miliar, kita bisa capai Rp 18 miliar. Untuk tahun ini mungkin sampai tutup buku kita bisa capai Rp 14 sampai 15 miliar saja,” katanya.
Intan mengakui, belum mampu menggenjot PAD secara maksimal, karena masih ada alat kesehatan yang tidak bisa diklaim melalui BPJS.
“Yaitu alat kesehatan untuk mata. Jadi sebenarnya kita bisa capai target, cuma karena ada beberapa alat yang BPJS belum mau kerja sama. Jadi kita belum bisa klaim di situ. Alasannya karena kita belum punya sistem informatika RS. Kalau itu bisa dibayar BPJS, kita bisa capai target lebih dari itu,” pungkasnya. (RF-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!