DPRD Halsel Desak Pertamina dan Penyalur Percepat Tangani Kelangkaan BBM

  • Whatsapp

Halsel, Maluku Utara- Dalam satu minggu terakhir, banyak kendaraan mengantri untuk mengisi BBM di SPBU Labuha sejak pagi. Banyaknya kendaraan mengantri membuat jalan macet.

Beberapa pengguna kendaraan mengatakan, sejak seminggu terakhir terjadi kelangkaan BBM jenis bensin.

Bacaan Lainnya

Terkait dugaan terjadi kelangkaan BBM di Halsel, khususnya di Kota Labuha tersebut, Ketua Komisi II DPRD Halmahera Selatan Gufran Mahmud mengaku belum mengetahui penyebabnya. Ada yang bilang sekarang terjadi kelangkaan BBM di Halsel, tapi saya belum tau penyebabnya,” kata Gufran kepada Haliyora, Jum’at (22/10/2021).

Meski demikian, Gufran mendesak pihak pertamina dan penyalur agar segera menjawab kebutuhan BBM untuk masyarakat di Halsel.

Dikatakan Gufran, DPRD meminta kepada pihak pertamina dan penyalur agar mempercepat pelayanan BBM untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Entah kelangkaan BBM ini teknisnya seperti apa juga belum diketahui. Namun yang pasti, selain minyak tanah, BBM jenis bensin, Petralite, dan petramax juga menjadi kebutuhan dasar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, karena bukan transportasi darat saja, transportasi laut juga butuh BBM,” tutur Gufran.

Gufran mengatakan, sekarang ini bukan hanya di SPBU saja yang kosong BBM, melainkan di hampir semua pertashop di Halsel juga tidak ada stok. “Ini perlu diantisipasi oleh pihak Pertamina dan penyalur,” tandasnya.

Gufran kembali menegaskan, jika terjadi kelangkaan BBM di Halsel sudah pasti  berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, terutama pengguna jasa transportasi darat maupun laut,” tuturnya.

Gufran meminta kepada Dinas Perindakkop menyampaikan data kebutuhan BBM di Halsel kepada Pertamina. “Data kebutuhan rill BBM di Halsel ini perlu disampaikan ke Pertamina. Jadi saya minta Perindakkop menyediakan data kebutuhan BBM untuk Halsel agar disampaikan kepada pihak Pertamina,” tandasnya.

Meurut Gufran, Pertamina harus menertibkan SPBU (satu harga) dan pendistribusiannya juga merata  untuk menjawab kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

“Di Halsel ini kan ada dua APMS, satu di Babang dan satu di Obi, sedangkan SPBU tersebar  di Labuha, Busua (Kayoa), Gane, Pulau Makian. Maka saya harap  Pertamina menetibkan SPBU dengan satu harga serta pendistribusiannya harus merata agar menjawab kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Sekali lagi, BBM itu kebutuhan dasar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, jadi semua pihak terkait harus serius memperhatikan,” pungkasnya. (Asbar-1)

Pos terkait