Stunting Masih Mengancam Halsel, Dinkes : Penanganannya Butuh Sinergitas Lintas Sektor dan OPD

Upaya penurunan stunting ini kata Astuti, juga turut melibatkan OPD terkait seperti penyediaan infrastruktur sanitasi, air bersih hingga jamban yang layak.

Menurut Astuti, berdasarkan data Status Gizi Seluruh Indonesia (SGSI), Kabupaten Halsel berada pada urutan ketiga dari 10 kabupaten/kota se Provinsi Maluku Utara, dengan prevalensi balita stunted (tinggi badan menurut umur) presentasinya 31,4 persen, sehingga menjadi sasaran yang harus diintervensi Dinkes Halsel. 

BACA JUGA  Bisa Ganggu Pemilu, Pemkab Halut Desak Pemprov Sosialisasi Tapal Batas di 6 Desa

“Jadi angka stunting di Maluku Utara sebesar 27,5 persen. Sedangkan data angka stunting di kabupaten/kota presentasinya angka stunting Halsel berada pada urutan ketiga berdasarkan data SSGI tahun 2023 itu sebesar 31,4 persen lebih rendah dari Haltim dan Halteng,” tandas Astuti. 

Sebagai informasi, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. (RA-2)

BACA JUGA  Kain Tenun dan Batik Khas Ternate Maluku Utara Tampil di Balikpapan Kaltim
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah