Stunting Masih Mengancam Halsel, Dinkes : Penanganannya Butuh Sinergitas Lintas Sektor dan OPD

Presentasi angka stunting di Halsel tahun 2023 sudah turun sebesar 7 persen atau 1.100 kasus anak yang mengalami stunting

Hj. Astuti (Kabid Kesmas Dinkes Halsel)

Labuha, Maluku Utara- Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), melaporkan sedikitnya sebanyak 1.100 kasus stunting terjadi di daerah itu.

Jumlah prevalensi stunting ini diambil dari jumlah 19.000 anak yang menjadi lokus sasaran stunting untuk ditangani tahun 2023 ini.

BACA JUGA  MPR Minta Menag Batalkan Rencana KUA Dijadikan Pencatatan Nikah Semua Agama

Hal ini disampaikan Kabid Kesmas Dinkes Halsel, Hj. Astuti saat diwawancarai Haliyora.id di ruang kerjanya Senin (29/5/2023). 

“Presentasi angka stunting di Halsel tahun 2023 sudah turun sebesar 7 persen atau 1.100 kasus anak yang mengalami stunting. Kasus tertinggi bervariasi tapi yang dominasi angka kasus stunting terbanyak di Desa Marabose, Kecamatan Bacan,” terangnya. 

Astuti menerangkan, faktor dan penyebab stunting akibat pola asuh anak, kurangnya asupan gizi, sanitasi, air bersih. Makanya, di tahun ini Dinkes Halsel tengah gencar mengintervensi secara spesifik dari hulu bagi ibu hamil dan remaja putri untuk dapat menekan angka kasus stunting. 

BACA JUGA  Pembangunan Sekolah Ala Rusia Ditargetkan Rampung Akhir Desember, Ini Progresnya

“Dinkes Halsel bakal di backup 32 Puskesmas untuk melakukan intervensi langsung penanganan stunting berupa pelayanan pembagian makanan tambahan, pil tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri di setiap desa,” ujarnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah