Gegara ini, sambung Lutfi, Organda Sofifi mendesak kepada gubernur segera membentuk tim Satgas untuk menindaklanjuti surat edaran gubernur agar menutup aktivitas penyeberangan rute Loleo-Ternate, dan meminta kepada Kapolda Malut agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dishub Tikep serta Kepala KUAPP Tidore. Jika tuntutan ini tidak diakomodir maka Organda Sofifi akan melakukan aksi-aksi selanjutnya.
“Ini merupakan aksi terakhir, apabila tidak diakomodir jangan salahkan kami jika ada hal tidak diinginkan akan terjadi,” ancam Lutfi.
Berdasarkan pantauan Haliyora.id, aksi unjuk rasa tersebut sempat memanas karena massa aksi dilerai petugas gabungan dari Satpol PP dan polisi ketika hendak membakar ban bekas.
Keinginan massa untuk melakukan hearing dengan Sekda Prov Malut Samsuddin A. Kadir tak tercapai karena diam-diam, orang nomor tiga di lingkup Pemprov Malut itu memilih kabur ke Ternate melalui jalan belakang kantor gubernur.
“Sekda sudah kabur melalui jalan belakang dia tidak mau menyelesaikan permasalahan ini kami sangat menyayangkan,” sesal salah seorang demonstran.
Menurut dia, hadirnya pemerintah bertujuan agar masalah yang dihadapi masyarakat bisa selesai. “Prinsip kami tetap kawal masalah ini sampai selesai jika Lemprov tinggal diam jangan menyalakan kami,” tandasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!