Bupati BL Loby CJH 4 Provinsi Manasik di Morotai

Morotai, Maluku Utara- Bupati Morotai Beny Laos, pada Senin (03/01/2021), melantik enam Badan Ta’mir masjid Agung Baiturrahman Morotai. Pelantikan dilaksanakan di Islamic Center “Khiarunnisa”.

Pelantikan Badan Ta’mir masjid itu juga sekaligus meresmikan Soft Opening Morotai Islamic Center “Khairunnas”,

Badan Ta’mir masjid Agung Baiturrahman Morotai  dilantik dengan SK Bupati Nomor: 450/01/KPTS/PM/2022.

Bupati dalam amanatnya mengingatkan kepada Badan Ta’mir yang baru dilantik agar melaksanakan tugas-tugas dengan baik sesuai sumpah dan janjinya. “Harus jalankan tugas sesuai apa yang sudah disumpahkan, karena pertanggungjawabannya nanti di hari kemudian,” ujar bupati.

Bupati menjelaskan, kawasan Masjid Agung Baiturrahman dan Islamic center yang  juga dibangun replika Ka’bah itu merupakan sebuah kawasan pariwisata religi strategis dalam konsep penerapan kawasan strategi nasional, sehingga diharapkan kawasan Masjid Agung ini  menjadi tujuan wisatawan diantara delapan destinasi di Kabupaten Morotai.

Bupati Benny Laos berjanji akan mengundang semua tokoh agama se Provinsi Maluku Utara untuk hadir pada peresmian Masjid Agung Baiturrahman nanti.

BACA JUGA  Bupati Rusli Sibua Dukung Unipas Morotai di-Negerikan

“Pada saat peresmian Masjid Agung ini kita akan mengundang seluruh tokoh agama se-Provinsi Maluku Utara, sekaligus kita promosikan Morotai sebagai kawasan destinasi religi Provinsi Maluku Utara,” kata Beny.

Beny juga berharap, karena ada replika Ka’bah dibangun di Masjid Agung Morotai, maka tahun depan semua calon jema’ah haji melakukan manasik haji di kawasan wisata religi Morotai.

“Kita sudah bangun replika Ka’bah yang ukurannya sama dengan Ka’bah asli di Mekah, jadi calon jema’ah haji tidak kaku lagi melaksanakan tawaf di Mekah nanti kalau sudah melakukan manasik haji di kawasan religi Morotai ini. Kita harap tahun-tahun mendatang semua calon jema’ah haji melakukan manasik di pulau Morotai,” harapnya.

Dijelaskan, area Masjid Agung Baiturrahman sendiri seluas delapan hektar. Dengan luas area tersebut, bupati menargetkan calon Jemah haji dari  6 Provinsi di Bagian Timur Indonesia melakukan manasik haji di Morotai.

“Total calon jamah haji dari Indonesia Timur sekitar 18.500 orang yang mendaftar haji. Semua sekitar enam provinsi. Tapi dalam ketentuan hanya minimal 7.000 CJH. Saya sudah mencoba melobi minimal 4.000 CJH masing-masing dari Maluku, Maluku  Utara, Gorontalo dan Sulawesi Utara untuk pertama lakukan manasik haji di Morotai. Kalau selanjutanya dari Papua dan Papua Barat juga masuk berarti ada sebanyak 7.000 Calon Jema’ah Haji (CJH) dari enam provinsi yang menjadi satu kesatuan embarkasi itu akan melakukan manasik Haji di Morotai. Dan saya kira area Masjid Agung ini dapat menampung semua,” urainya.
  
Menurutnya, harapan tersebut sangat realistis karena secara georafis dan land of story Morotai berada di tengah (bibir pasifik), mewakili 12 negara Asia-Pasifik yang daya jangkaunya tidak berjauhan.

BACA JUGA  Puluhan Rumah Warga Waitina di Sula Terendam Banjir

“Saya hanya butuh doa dan dukungan semua warga Pulau Morotai sekaligus mengajak kita semua mari jadikan Kabupaten Pulau Morotai sebagai pintu gerbang emberkasi haji di wilayah Indonesia Timur II,” tutup Bupati. (Tir-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah