Di sudut lainnya, terjadi adu mulut antara Asisten III Gubernur Malut yakni Abuhari dengan para demonstran terjadi ketika Sri enggan menemui massa yang meminta agar dilakukan pertemuan. Meski begitu, suasana yang memanas ini mencair dengan sendirinya setelah dilerai petugas yang berjaga di area kantor gubernur.
Sementara itu, Juru Bicara Gubernur Maluku Utara, Rahwan K. Suamba yang dikonfirmasi wartawan terkait dengan sikap Sekdaprov Samsuddin A. Kadir yang memilih keluar dari pintu belakang kantor gubernur untuk menghindari kerumunan massa aksi mengaku, tidak hadirnya Sekda karena sudah ada agenda yang telah di jadwalkan.
“Jadi pak Sekda sudah memiliki agenda yang sudah di jadwalkan dan tidak bisa di wakili, sehingga Asisten Gubernur diminta untuk menemui massa aksi,” jelas Rahwan.
Rahwan juga mengaku, terkait masalah ini sudah ada pertemuan sedikitnya sebanyak 17 kali dan gubernur telah mengeluarkan surat edaran penutupan dan penertiban speed boat rute Loleo-Ternate.
“Itu semua sudah dilakukan oleh gubernur jadi apa lagi yang mau lakukan gubernur,” tutup Rahwan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!