Arifin bilang, pembangunan rumah warga di kawasan baru Ecovillage itu bervariasi ada yang memiliki tiga (3) kamar dan dua (2) kamar dengan fasilitas pendukung lainnya.
Meski begitu, Arifin mengakui bahwa baru sekitar 300 kepala keluarga yang sudah setuju untuk direlokasi, sementara sisanya menolak direlokasi dengan alasan tidak enggan meninggalkan tanah leluhur mereka.
“Hampir sebagian besar warga mau pindah tapi ada sebagian nekat bertahan karena alasan tidak mau meninggalkan tanah leluhurnya,” ucap Arifin.
Ditambahkan, terkait penanganan sampah, pihaknya telah konsultasikan ke CSR perusahaan dan manajemen agar lebih intens menangani dengan serius.
“Penanganan sampah memang sudah lama ditangani perusahaan hanya belum maksimal, tapi sudah berapa bulan lalu kami sudah minta manajemen untuk tangani kebersihan lingkungan secara serius, sekarang sudah mulai serius penanganan tiap hari dalam seminggu,” pungkasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!