Sementara itu, Komando Unit SAR Basarnas Pulau Morotai, Marjun Doa membenarkan bahwa satu kapal milik daerah Siau tenggelam di perairan Talaud dan Morotai.
Untuk sementara ini, kata Marjun, sembilan orang korban yang sudah diselamatkan di Polsek setempat untuk dibawa ke Daruba.
“Nanti setelah itu baru kami informasikan kembali lagi,” tandasnya.
Sementara dari data yang diperoleh Haliyora.id dari Polsek Morotai Utara pukul 21.30 WIT, sembilan orang yang telah berhasil diselamatkan, sementara dua orang masih dalam pencarian.
Berdasarkan informasi dari sumber Polsek tersebut disebutkan, kapal tersebut pada Jumat (07/04/2023) pukul 20.00 WITA, keluar dari pelabuhan Bitung menuju Talaud.
Saat diberangkatkan, kapal tidak mengalami kerusakan dan kondisi cuaca dalam keadaan baik.
Namun dalam perjalanan sekitar pukul 01. 30 WIT Sabtu dini hari, cuaca di tengah laut tiba-tiba memburuk dimana terjadi angin kencang dan gelombang tinggi sehingga mengakibatkan keadaan kapal tidak bisa lagi stabil karena kemiringan kapal sangat condong ke kanan dan sudah kemasukan banyak air laut.
Melihat keadaan kapal yang sudah tidak bisa lagi diselamatkan, kemudian kapten kapal memerintahkan anak buah kapal untuk melompat ke laut dengan memakai perlengkapan keselamatan berupa life jacket dan life craft.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!