Jadi dibangun belum setahun, tapi sudah mulai ambruk. Dan bahkan banyak juga (bangunan lain) yang mubazir alias tidak digunakan.
Bahrudin Burhan (Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai)
Daruba, Maluku Utara– Ambruknya plafon gedung Islamic Center yang terjadi jelang acara pembukaan STQ Tingkat Kabupaten Pulau Morotai pada Selasa (14/03/2023) malam, ditanggapi salah satu anggota DPRD Pulau Morotai, Bahrudin Burhan.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahkan sempat memposting unggahan status di sosial media Facebook pribadinya pada Rabu (15/03/2023) dini hari.
Burhan yang mengunggah tautan berita Haliyora.id “Diterpa Angin Kencang, Plafon Gedung Islamic Center Morotai Ambruk Jelang Pembukaan STQ” seraya menuliskan status di akun media sosialnya itu.
“Terlalu banyak pencitraan pembangunan di pulau morotai bukan dilihat dari mutu dan kualitas bangunan tapi yang penting banyak baguna biar di bilang bapak pembangunan. Padahal belum setahun so rusak semua,” tulis Burhan.
Tidak jelas maksud dari unggahan terkait “bapak pembangunan” yang dimaksud Burhan dalam statusnya itu. Saat dikonfirmasi Haliyora.id, ia mengatakan hanya bahwa pembangunan fisik yang begitu banyak di bangun di Pulau Morotai tidak dilihat dari sisi manfaatnya.
Bahkan, Bahrudin bilang pembangunannya hanya asal jadi dan pada akhirnya berpengaruh pada kualitas infrastruktur. Burhan juga menyentil soal asal pemanfaatan pasca pembangunan infrastruktur fisik itu.
“Jadi dibangun belum setahun, tapi sudah mulai ambruk. Dan bahkan banyak juga (bangunan lain) yang mubazir alias tidak digunakan,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!