Disisi lain, bergesernya hari pasar dari hari Jumat ke Sabtu rupanya berdampak pada aktivitas siswa-siswi baik di SD dan SMP khususnya di Pulau Tidore.
Ini karena jam operasi angkutan umum (angkot) yang menjadi sarana angkutan siswa maupun guru hanya beroperasi hingga pukul 11.00 WIT.
Dengan begitu, siswa maupun guru terpaksa harus pulang sebelum di jam-jam tersebut. Jika demikian, maka barang tentu porsi jam belajar di sekolah juga berkurang.
“Soal mengurangi jam belajar siswa, kami harus menyesuaikan dengan kurikulum sekolah. Jadi misalnya di SD satu mata pelajaran 35 menit kami kurangi lima menit menjadi 30 menit sehingga selesai itu di pukul 10.30 WIT. Karena kami harus menyesuaikan dengan jam operasi angkot,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tikep, Zainuddin Umasangadji, Senin (13/3/2023).
Meski begitu, masalah pengurangan jam belajar siswa ini akan ditinjau kembali sambil dibicarakan lebih lanjut.
“Nanti kita lihat waktunya. Kalau mengurangi jam belajar ini dapat mengganggu efektifitas belajar siswa maka kita majukan waktu ke masuk sekolah seperti biasanya apel di pukul 07.00 WIT, maka kita akan majukan pada pukul 06.30 WIT. nanti dikondisikan,” tandas Zainuddin. (RY-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!