Harga Barito dan Bapok di Morotai Diperkirakan Naik Jelang H-7 Ramadhan

Ada yang jual dengan harga di atas ada juga di bawah karena kita ambil di petani juga berbeda-beda orangnya. Jadi harga jualnya di pasar juga berbeda-beda

Pedagang

Daruba, Maluku Utara- Di Kabupaten Pulau Morotai, harga kebutuhan dapur seperti bawang, rica, dan tomat (Barito) mengalami fluktuasi harga jelang bulan Ramadhan tahun 2023.

Kondisi ini dipicu karena pasokan Barito dari petani ke distributor alias dibo-dibo (sebutan lokal) juga mengalami perbedaan harga jual per kilogram.

Salah seorang pedagang Barito di pasar CBD Morotai, mengaku harga Barito yang dijualnya berbeda dengan para pedagang lain.

BACA JUGA  Harga Barito di Halmahera Utara Masih Tinggi, Ini Pemicunya

“Ada yang jual dengan harga di atas ada juga di bawah karena kita ambil di petani juga berbeda-beda orangnya. Jadi harga jualnya di pasar juga berbeda-beda,” kata Ramlia, seorang pedagang Barito yang dijumpai wartawan, Jumat (03/03/2023).

Kata Ramlia, seperti harga rica per kilogram yang diambil dari petani dengan harga Rp 20 ribu, maka dijual kembali di pasar dengan harga Rp 30 ribu per kilogram.\

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pangan di Pasar Rakyat Halteng Fluktuatif

“Begitu juga dengan rica nona, saya ambil dari petani Rp 25 ribu, maka di pasar saya jual dengan harga Rp 35 ribu. Cuma kalau untuk rica keriting dan rica nona saat ini sudah turun, berbeda dengan harga sebelumnya pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023, itu masih di angka Rp 50 ribu per kilogram. Sementara nanti pada bulan Februari kemarin baru saya kasih turun harganya dibawah Rp 35 ribu,” bebernya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah