Andi bilang, penyebab lantai dua TTC yang tidak terisi itu karena banyak lapak yang tidak layak digunakan seperti kondisi plafon yang mengalami rusak ringan akibat merembesnya air hujan dari atap bangunan. “Banyak penyewa lama yang kembalikan kunci karena sepi pengunjung atau pembeli,” sebutnya.
Mengenai kerusakan plafon ini, lanjutnya, Disperindagkop Tikep tidak bisa berbuat banyak karena tidak mempunyai anggaran pemeliharaan.
“Tidak ada anggaran pemeliharaan untuk merehabilitasi kerusakan ini. Kerusakan tersebut butuh biaya tidak sedikit. Selain itu, selama ini pembangunan revitalisasi pasar semuanya gunakan dana dari pemerintah pusat,” tandas Andi Kirana. (RY-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!