Sofifi, Maluku Utara-Rencana pemerintah untuk membangun bandara internasional di Loleo, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), mulai dijalankan. Untuk tahap awal ini, pemerintah dilaporkan telah siap untuk melakukan pembebasan lahan yang akan dijadikan areal bandara tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Haliyora.id bandara yang disebut-sebut pembangunannya akan menelan anggaran senilai 7-8 triliun rupiah itu dibangun di atas lahan seluas 400 hektar.
Dari luasan lahan yang akan dibebaskan itu, ternyata ada juga milik Wali Kota Tikep, Capt Ali Ibrahim dan mantan Ketua DPRD Tidore Kepulauan, (Alm) Ahmad Ishak.
Mengenai kepemilikan lahan Wali Kota Tikep di areal yang akan dibangun itu diungkap Kepala Desa Ake Tobololo, Kecamatan Oba Tengah, Suleman Din.
“Lahan di sekitar bandara ini yang paling banyak pemilik lahannya ada Walikota Tikep sekitar 15 hektar. Sementara mantan Ketua DPRD Tikep almarhum Ahmad Ishak juga punya kurang lebih 15 hektar. Sisanya milik warga,” ungkap Suleman kepada Haliyora.id, Rabu (25/01/2023).
Menyangkut dengan rencana pembangunan bandara sekaligus pembebasan lahan itu, Suleman Din menyatakan, masyarakat Leleo sangat mendukung pembangunan bandara, karena dipastikan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Intinya masyarakat tetap mendukung karena dipastikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Suleman Din.
Soleman juga mengakui bahwa lahan yang akan dibebaskan itu oleh masyarakat telah disepakati dengan pemerintah. “Disepakati seharga 25 ribu per meternya,” pungkasnya. (SR-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!