UPTD Pasar Bastiong Akui Sarankan Pedagang Sewa Jasa Penjaga Barang Dagangan

Ternate, Maluku Utara- Sejumlah pedagang di pasar Bastiong mengaku sering kemalingan barang dagangan di malam hari sejak Desember 2022. Keluhan pedagang tersebut pernah disampaikan ke pihak pengelola pasar, yakni UPTD Pasar Bastiong.

Namun, mengingat ketiadaan pos anggaran, diakui pihak pengelolah pasar itu, agar pedagang secara mandiri bisa menjaga barangnya agar tidak sampai hilang atau dicuri.

“Memang benar, beberapa bulan ini sering terjadi pencurian di malam hari dan pedagang sudah mengeluhkan hal itu ke pihak kami. Namun tidak ada pos anggaran untuk membayar penjaga pasar,” ucap kelapa UPTD Pasar Bastiong, Yasif Hi Ahmad, ketika diwawancarai Haliyora.id, Sabtu (14/01/2023) siang.

BACA JUGA  Awal April, PDIP Taliabu Buka Penjaringan Balon Bupati 

Dikatakan juga oleh Yasif, pihaknya juga berinisiatif untuk menyediakan sarana kamera pemantau atau cctv. “Tapi di kantor kami belum tersedia jaringan wifi,” ujarnya beralasan.

Terkait keluhan pedagang itu, dirinya juga mengaku telah menyampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. “Kepala dinas menjanjikan di tahun ini akan diadakan cctv untuk memantau barang dagangan para pedagang,” ujar Yasif.

Sambil menunggu dipasangnya cctv di area pasar, maka pihak UPTD pun berupaya mengantisipasi agar tidak ada lagi yang kemalingan. “Kami sudah bicarakan ke pihak pedagang agar mereka patungan membayar penjaga pasar untuk sementara waktu,” tuturnya.

BACA JUGA  Proyek Jalan Lingkar Pulau Makian Halsel Akan Dilanjutkan

Sebagaimana diketahui, lanjut Yasif, sebelum tahun 2022, pemerintah kota pernah membentuk satgas penjaga pasar untuk menjaga keamanan di lokasi. “Namun semenjak tahun 2022 telah dihilangkan. Untuk itu sementara disarankan mereka patungan untuk membayar penjaga,” pungkasnya.

Sebelumnya telah diberitakan para pedagang di pasar tersebut sering kehilangan dagangannya. Pencurian itu kerap dialami pedagang pisang dan umbi-umbian. Diduga dagangan mereka digasak pencuri saat sepi di waktu dini hari antara pukul 3.00-4.00 WIT. Tak ayal, kehilangan ini menyebabkan kerugian yang dialami oleh pedagang bahkan hingga jutaan rupiah. (DR-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah