Proyek Jalan Lingkar Pulau Makian Halsel Akan Dilanjutkan

Halsel, Maluku Utara- Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik berjanji akan melanjutkan kembali pekerjaan hotmix jalan lingkar pulau Makian tahun 2023-2024.

“Tahun 2023 nanti pekerjaan jalan akan dilanjutkan mulai Desa Ngofagita sampai ke Makian Barat, sementara lagi menunggu pembahasan APBD induk 2023,” kata Bupati Usman, Sabtu (22/10/2022) pekan kemarin.

Kata Bupati Usman, pembangunan pekerjaan jalan Pulau Makian di tahun 2022 ini akan dituntaskan dalam wilayah ibu kota kecamatan.

“Pekerjaan jalan pulau Makian itu kita targetkan tuntas dalam wilayah ibu kota kecamatan. Insya Allah pembangunan akan berlanjut hingga selesai di 2024, memang sedikit terkendala anggaran sehingga harus bertahap, pembangunan jalan lingkar Pulau Makian itu jika menggunakan APBD dalam satu tahun tidak akan cukup, apalagi keuangan kita cukup berat,” ujarnya.

BACA JUGA  Pjs Bupati Taliabu Bersama OPD Tata Pusat Kota

Selain jalan lingkar Pulau Makian, Bupati juga berjanji akan membangun jalan poros di Pulau Obi. Namun untuk memuluskan rencana pembangunan infrastruktur kedua jalan maupun pembangunan lainnya diwilayah Halmahera Selatan tahun 2023, Pemkab tak lagi memakai sistem pinjaman kepada pihak ketiga.

“Kedepanya pembangunan tak lagi pakai hutang. Untuk infrastruktur penunjang wilayah Babang itu tahun 2023 sekitar Rp 150 miliar difokuskan pengembangan kawasan kota dan pengembangan kawasan Ibukota Labuha,” tutur Usman.

BACA JUGA  MK Segera Gelar Sidang Putusan Sengketa Pilkada Taliabu

Sebelumnya Kadis PUPR Halsel, Ikbal Hi. Mustafa saat ditemui wartawan menyampaikan, panjang jalan lingkar Pulau Makian saat ini sekitar 45 kilometer. Dihitung berdasarkan jarak, lanjut Ikbal, maka perkilometer jalan menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Praktisnya, paling tidak dana yang digelontorkan Pemkab Halmahera Selatan untuk menuntaskan jalan lingkar Pulau Makian sebesar Rp 225 miliar.

“Jadi, pembangunan hotmix jalan lingkar Pulau Makian itu butuh anggaran sebesar Rp 225 miliar karena per kilo Rp 5 miliar. Tahun 2022 ini baru dibangun sekitar 4 sampai 5 kilometer dalam wilayah Ibu kota Kecamatan, pekerjaan masih berjalan,” pungkasnya. (Asbar-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah