Tidore, Maluku Utara- Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tidore Kepulauan, Amir Soleman, belum bisa memastikan terkait kesiapan sarana dan prasarana Unit Pos Damkar yang rencananya akan dibangun untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah Sofifi. Hal ini dikarenakan usulan tersebut dimasukkan pada tahun 2024 nanti.
“Sekarang ini saya belum bisa pastikan karena sekarang dalam proses pengusulan untuk tahun 2024 mendatang. Tetapi kalau itu diperintahkan apa boleh buat, saya harus siapkan anggota ke daratan Oba, agar sama-sama dengan anggota Damkar Provinsi Maluku Utara,” kata Amir, Jum’at, (6/1/2023).
Amir menyebutkan, di Sofifi saat ini ada satu unit mobil Damkar yang disiapkan Pemprov dengan kapasitas 3.000 liter. Hanya saja Damkar milik Pemprov tidak mempunyai mobil penyuplai air.
“Kalau mereka (Damkar Provinsi) butuh, maka silahkan menyurat ke Walikota maupun Kasatpol PP, biar saya sampaikan ke Kasatpol PP untuk memperbaiki 2 unit mobil suplai yang ada untuk dikirimkan ke Sofifi,” ujarnya.
Diceritakan Amir, pernah terjadi kebakaran empat kali di kawasan Sofifi, dan pihaknya pernah dihubungi oleh warga. Namun ia tak bisa berbuat banyak karena selain tidak ada unit yang diperbantukan di kawasan Sofifi, juga rentang kendali yang begitu jauh.
“Pengalaman kejadian kebakaran di Ruko Galala itu ada satu perusahan yang datang padamkan api lalu airnya kosong, dan saya di telpon lalu saya bilang kami tidak bisa bikin apa-apa karena Damkar Tikep di Pulau Tidore,” kisahnya.
Jangankan di kawasan Sofifi, untuk menjangkau wilayah yang masih di dalam satu pulau saja, lanjut Amir, harus membutuhkan waktu yang lama.
“Sekarang kami sudah siapkan satu unit Pos Pemadam Kebakaran di Rum, Tidore Utara, karena dari kantor di Tomagoba sampai ke lokasi kebakaran di Tidore Utara dengan respon time 15 menit agak kejauhan sehingga tidak bisa tepat waktu,” tandasnya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!