Morotai, Maluku Utara- Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai telah mentenderkan 10 paket proyek di tahun 2023 ini.
10 paket yang sudah ditenderkan itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Lokasi Khusus (DAK) pada tahun 2023.
Sebagaimana hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai, M. Jain A. Kadir saat ditemui Haliyora diruang kerjanya, Kamis (5/1/2022).
Ia mengatakan bahwa Untuk 2023 ini ada 10 paket yang sudah ditenderkan diantaranya, reklamasi penimbunan Water Front City (WFC) Zona II (dua) tahap tiga senilai Rp 25 miliar yang bersumber dari DAU, kemudian pembangunan jalan geometrik Pulau Rao senilai Rp 7 miliar dari DAU, lalu peningkatan jalan di Desa Tiley senilai Rp 5,8 miliar, bersumber dari DAK.
Selanjutnya, pekerjaan peningkatan jalan Desa Raja senilai Rp 1,2 miliar dari DAK, peningkatan jalan Desa Pilowo senilai Rp 2,9 miliar yang bersumber dari DAK, jalan konstrak RSUD senilai Rp 20,2 miliar yang melekat di DAK.
Berikutnya, jalan trans Desa Aha senilai Rp 9,9 miliar yang melekat di DAK, ditambah jalan keliling Pulau Rao senilai Rp 12,3 miliar yang juga bersumber DAK.
Kemudian pekerjaan pergantian keliling jembatan di Pulau Rao senilai Rp 3,2 miliar yang melekat di DAK, dan pekerjaan pembangunan jembatan di Pulau Morotai dibeberapa titik senilai Rp 6,2 miliar yang melekat di DAU. “Jadi dibeberapa titik itu nanti saya cek dulu datanya setelah itu saya informasikan kembali,” katanya.
Jain juga mengungkapkan bahwa ke 10 paket yang sudah ditenderkan pada tahun 2023 melalui Pra DIPA.
“Untuk rekanan atau kontraktor mana yang mengerjakan, itu kami belum tahu karena belum ada pemenang dalam tender itu, nanti kalau masalah pemenang tanya langsung ke ULP,” tandas Jain. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!